Senin, 21 Mei 2012

Ine Febriyanti Lacak Penulis "Eksperimen Moral"


KOMPAS/RADITYA HELABUMIIne Febriyanti

JAKARTA, KOMPAS.com — Sutradara dan pemain film Ine Febriyanti (35) sudah beberapa pekan meluncurkan film Tuhan pada Jam 10 Malam. Film berdurasi 45 menit ini memang tidak tayang di bioskop, tetapi hanya diputar di komunitas-komunitas penggemar film. Soalnya, tak selesai di situ.

"Sampai sekarang aku masih mencari penulis cerpen Eksperimen Moral bernama TB Raharjo," kata Ine, Rabu (16/5/2012), di Bentara Budaya Jakarta, sesaat sebelum pemutaran filmnya.

Film Tuhan pada Jam 10 Malam, tambah Ine, diinspirasi oleh cerpen Eksperimen Moral, yang dimuat dalam antologi Cerpen Pilihan Kompas 1996 Pistol Perdamaian. Pencarian itu, kata Ine, tentu dalam kaitan etika dan pengakuan terhadap hak karya intelektual. "Setidaknya aku bisa minta izin. Namun, sampai film selesai dan kini sudah diputar, penulisnya tak ketemu," tutur Ine.

Lantaran tak jua ketemu, Ine sampai-sampai menduga nama TB Raharjo adalah nama samaran dari seorang pengarang. "Cuma masalahnya lagi-lagi, siapa dia...?" tutur aktris teater yang bersiap-siap bermain dalam lakon Miss Julie, 1-3 Juni 2012, di Teater Salihara, Jakarta.

Siapa pun yang bernama TB Raharjo boleh kontak Ine, kan? "He-he-he... boleh," pungkas Ine. (CAN)

Di Resta Dalam Radar Mercedes

Paul di Resta. (Foto: Reuters)
Paul di Resta. (Foto: Reuters)

WOKING – Performa Paul di Resta cukup mengejutkan di Formula One (F1) musim ini. Tak heran, Mercedes mulai melirik namanya untuk dijadikan pembalap mereka musim depan.
 
Berbicara kepada Sky Sport News, Senin (21/5/2012), CEO Nicky Fry telah memastikan ketertarikan Mercedes kepada pembalap Force India tersebut. Rencananya, Di Resta akan menggantikan posisi Michael Schumacher.
 
Kendati demikian, Fry mengaku belum mengetahui nasib pembalap veteran asal Jerman tersebut bersama Mercedes. Tapi, Fry menyebutkan Di Resta adalah kandidat untuk menggantikan Schumi.
 
“Di Resta berada dalam radar kami. Dia melakukan tugasnya dengan baik, Di Resta merupakan seorang pria yang sangat baik, dia bisa bekerja sama dan dia bisa menjadi salah satu pembalap kami, tidak perlu diragukan lagi,” kata Fry.
 
“Jika Schumi memutuskan untuk tidak melanjutkan lagi, kami akan memikirkan meminangnya,” sambungnya, seperti diberitakan Autosport, Senin (21/5/2012). “Kami belum berpikir ke arah sana. Tapi, kami semua mengangguminya.”
 
Mercedes memang bukan hal baru buat Di Resta. Dia pernah bekerja sama dengan Mercedes saat menjuarai F3 seri Eropa tahun 2006. Kemudian, Di Resta juga memenangi DTM dengan mobil Mercedes di 2010.
(hmr)

APP-KTM Dukung DP Motor Naik

detail berita
F: KTM Paris (Aditya M/Okezone)

JAKARTA- Kenaikkan biaya down payment (uang muka ) pembelian kendaraan roda dua segera diterapkan Juni mendatang. Hal itu berdasarkan Surat Edaran BI No.14/10/DPNP, 15 Maret 2012 tentang Penerapan Manajemen Risiko pada Bank yang Melakukan Pemberian Kredit Pemilikan Rumah dan Kredit Kendaraan Bermotor.

Aturan uang muka kendaraan baru yang wajib dilaksanakan oleh bank ditentukan untuk pembelian kendaraan roda dua minimal uang muka sebesar 25 persen. Menanggapi hal tersebut, PT Asean Motor International, distributor resmi sepeda motor APP-KTM di Tanah air mengaku menyambut baik kebijakan tersebut.

"Saya rasa cukup bagus. Bagus untuk kita karena dengan adanya kebijakan ini jangan sampai orang beli motor main-main. Beli, tidak lama dijual kembali. Ini dapat menjaga perekonomian kita dari konsumen asal-asalan itu," ungkap Redy Sun, GM Marketing PT Asean Motor International di Jakarta Pusat, Senin (21/5/2012).

Sepeda motor APP-KTM yang ditawarkan dengan harga yang terjangkau menjadi alasan kenaikan uang muka ini tidak terlalu berpengaruh. "Kami punya kelebihan di harga yang tidak tinggi, jadi DP pun tidak terlalu tinggi." imbuhnya.

Namun dia mengakui nantinya akan ada penurunan penjualan. "Pasti ada penurunan, satu sampai dua bulan setelah itu kembali normal. Angka penurunannya sekira 20-30 persen." tutup Redy.
(ian)

AMD Trinity Vs Intel Ivy Bridge, Mana Lebih Kencang?


widescreen.dpiq.org

KOMPAS.com - Nuansa persaingan di ranah komputer jinjing atau laptop semakin kental setelah AMD merilis prosesor mobile seri A-10 yang dikenal dengan kode nama "Trinity".

Beberapa situs teknologi telah membandingkan prosesor untuk laptop tipis AMD "Ultrathin" ini dengan tawaran sejenis dari Intel, populer dipanggil "Ivy Bridge", yang digunakan pada laptop tipis "Ultrabook".

Seperti yang dilaporkan oleh PCWorld, hasil perbandingan kedua prosesor untuk laptop tipis itu ternyata cukup beragam.

Dari sisi kinerja keseluruhan, tampaknya Trinity belum bisa menyamai Ivy Bridge. Seperti bisa  dilihat dari grafik di bawah yang diambil dari situs Anandtech.com, andalan AMD ini tertinggal cukup jauh, bahkan jika dibandingkan dengan jagoan Intel sebelumnya, "Sandy Bridge". 

Dalam grafik, tampak Ivy Bridge (Core i7-3720QM pada laptop Asus N56VM) memduduki posisi teratas. Meski demikian, Trinity masih lebih kencang dari pendahulunya, prosesor AMD seri A-8 yang dikenal dengan nama "Llano".

amd_test2

Trinity bersinar ketika dipakai untuk main game. Dalam hal ini, GPU Radeon seri HD 7000 yang tertanam di dalamnya berhasil mengalahkan pemroses grafis Intel HD 4000 pada Ivy Bridge sehingga Trinity mampu menjalankan game dengan lebih mulus.

amd_test

Secara keseluruhan Trinity lebih kencang sekitar 20 persen dibandingkan Ivy Bridge ketika dipakai bermain game, berdasarkan pengujian terhadap 15 judul game di atas.

Soal daya tahan baterai, menurut situs Anandtech, Trinity (A-10 4600M, Quad Core) sanggup bertahan  selama hampir 7 jam ketika dipakai berselancar di internet.

Angka tersebut cukup bagus dan lebih baik dari pendahulunya, Llano, yang mencatat angka 6 jam, serta Ivy Bridge (Core i7-3720QM, Quad Core) yang membukukan 5 jam.

Jadi, mana yang lebih baik? Tergantung kebutuhan. Untuk mereka yang menginginkan kinerja maksimal, laptop tipis dengan prosesor Intel Corei7 (Ivy Bridge) tidak tertandingi.

Akan tetapi, bagi penggemar game atau mereka  yang membutuhkan daya tahan baterai yang tinggi, laptop tipis dengan prosesor AMD seri A-10 (Trinity) bisa menjadi pilihan menarik. 

Minggu, 20 Mei 2012

Abramovich Sempat Meneteskan Air Mata


AFP PHOTO/CARL COURTPemilik Chelsea asal Rusia, Roman Abramovich (tengah) duduk di antara para pemain Chelsea saat melakukan parade di jalanan London barat, Minggu (20/5/2012), setelah memenangi Piala FA dan gelar Liga Champions.

MUENCHEN, KOMPAS.com - Begitu banyak spekulasi tentang "politik" pemilik klub Chelsea, Roman Abramovich, untuk kursi panas tim "The Blues" ke depannya. Bahkan, hingga disebutkan bahwa Abramovich tak menginginkan kemenangan Chelsea dalam final Liga Champions ini demi menjegal langkah manajer caretaker, Roberto Di Matteo.

Namun kemudian, taipan asal Rusia itu terlihat meneteskan air mata saat Frank Lampard dan kawan-kawan berhasil menang atas Bayern Muenchen dalam laga final Liga Champions di Muenchen, Sabtu (19/5/2012), melalui drama adu penalti. Kapten Chelsea, John Terry, menyaksikan sendiri, Abramovich meneteskan air mata.

"Anda lihat trofi itu. Itu adalah hal yang tentu kami nantikan, yang pemilik nantikan, yang membuat pemilik meneteskan air mata," katanya kepada The Sun.

Terry bisa melihat momen itu dari tepi lapangan karena dia tidak bermain dalam laga bergengsi ini akibat akumulasi kartu. Menurutnya, air mata yang diteteskan oleh Abramovich itu wajar. Sejak mengambil alih klub pada tahun 2003, dana miliaran poundsterling sudah digelontorkannya.

Sementara itu, Terry mengaku kecewa tak dapat bermain dalam laga pemuncak ini, namun pemain berusia 31 tahun itu juga mengaku bahagia karena diizinkan untuk mengangkat trofi Liga Champions pertama untuk Chelsea.

"Ini berarti segalanya bagi saya. Ini sentuhan yang hebat dari Frank dan sikap yang sungguh baik dari UEFA. Saya berada dalam situasi yang kurang beruntung namun malam ini siapa pun bisa terlibat di dalamnya. Ini luar biasa, para pemain sungguh luar biasa," tuturnya kemudian.

"Lewat Djam Malam" Dapat Sambutan Baik di Cannes


DINI KUSMANA MASSABUAUTim perfilman Indonesia hadir untuk pemutaran film Lewat Djam Malam, karya besar sineas legendaris Indonesia almarhum Usmar Ismail, dalam Festival Film Cannes 2012, Kamis (17/5/2012) sore waktu setempat di Palais des Festival, Cannes, Perancis.

CANNES, KOMPAS.com -- "Film yang kaya dengan permainan emosi," itu penilaian yang dilontarkan oleh sejumlah pengamat film dan penonton setelah menonton Lewat Djam Malam, film karya besar Umar Ismail, salah satu sineas legendaris Indonesia yang telah tiada, dalam Festival Film Cannes 2012, Kamis (17/5/2012) sore waktu setempat di ruang Bunuel, Palais des Festival, Cannes, Perancis.
 
Lewat Djam Malam terpilih diputar dalam kategori film klasik pada festival tersebut. Film itu menyedot perhatian mereka yang hadir di sana, yang berasal dari berbagai negara.

Mereka memiliki beberapa alasan untuk menonton film itu. Pertama, film tersebut merupakan karya besar yang telah rusak dan berhasil direstorasi sehingga layak ditonton lagi. Kedua, mereka penasaran mengenai dunia film Indonesia pada era 1950-an, karena mereka belum mengetahui bahwa Indonesia sudah mampu menghasilkan film-film bermutu sejak lama. Ketiga, mereka memang pecinta film hitam putih klasik.
 
Salah satu orang penting dalam Festival Film Cannes 2012 yang menonton film itu adalah Alexander Payne. Ia sutradara dari AS yang jadi anggota dewan juri untuk kompetisi film feature dalam festival tersebut. Ia juga pernah jadi ketua dewan juri untuk kategori Un Certain Regard dalam Festival Film Cannes 2005.

Sore itu Payne memilih menonton film tersebut, bukan film-film lain yang diputar dalam waktu yang sama. Ketika ditanya mengenai tanggapannya sesudah menonton film itu, ia menjawab singkat, "Saya telah tepat memilih sajian bermutu dan penuh emosi ini."

Pihak National Museum of Singapore (NMS), yang bersama World Cinema Foundation membiayai restorasi film tersebut, di hadapan mereka yang hadir untuk menonton film itu, menyatakan bahwa mereka bangga bisa merestorasi film tersebut, karena film itu merupakan karya besar yang layak dipertontonkan kembali kepada kalangan pecinta film dan juga sebagai peninggalan seni berharga bagi dunia perfilman, baik bagi Indonesia maupun internasional.

Lewat Djam Malam, yang diproduksi pada 1954, mulai Agustus 2011 direstorasi di laboratorium L’Immagine Ritrovata, Bologna, Italia. Film tersebut merupakan satu-satunya film Indonesia yang direstorasi penuh. Master film itu sebelumnya tersimpan dan kondisinya rusak di Pusat Dokumentasi dan Informasi Perfilman Indonesia (Sinematek), Jakarta.

Restorasi film karya Bapak Perfilman Indonesia itu merupakan bagian dari usaha NMS untuk melestarikan warisan sinema Asia Tenggara. Untuk memilih film tersebut, NMS bekerja sama dengan Yayasan Konfiden, salah satu organisasi nirlaba yang bergerak di bidang perfilman di Indonesia, dan Kineforum Dewan Kesenian Jakarta. (Dini Kusmana Massabuau)

Timnas PSSI U-19 Dipecundangi Persibangga Purbalingga


KOMPAS/AGUS SUSANTOPemain timnas U-19, Abdul Rahman Lestaluhu (kanan).

PURBALINGGA, KOMPAS.com - Tim nasional sepak bola PSSI U-19, yang dipersiapkan untuk Piala Dunia U-23, dipermalukan tuan rumah Persibangga Purbalingga 1-2 (0-2) dalam laga uji coba di Stadion Goentoer Darjono, Purbalingga, Minggu (20/5/2012) petang.

Dua gol kemenangan Persibangga Purbalingga diciptakan Hari Nur pada menit ke-24 dan Gunaryo pada menit ke-38, sedangkan gol bagi Timnas U-19 asuhan Indra Syafri diciptakan Sabeq Fahmi pada menit ke-67.

Pertandingan ujicoba tersebut disaksikan sekitar 10.000 penonton dan berlangsung seru sejak awal. Sayangnya, kondisi lapangan yang relatif buruk dan basah membuat pemain kedua tim sering terpeleset dan kesulitan mengembangkan permainan cepat.

Persibangga memiliki peluang emas unggul, sayangnya, penalti yang dieksekusi Fauzan gagal menembus jala Timnas U-19 yang dikawal Ravi Murdianto. Pada menit ke-24, gawang Timnas U-19 akhirnya bobol lewat tendangan Hari Nur. Gol ini makin melecut semangat tuan rumah yang saat ini berlaga di Divisi I Liga Prima Indonesia.

Hasilnya, pada menit ke-38, bola sepakan bintang Persibangga, Gunaryo, dari sisi kiri tidak bisa dihalau kiper Ravi Murdianto. Kedudukan 2-0 untuk tuan rumah bertahan hingga jeda.

Setelah turun minum, Timnas U-19 meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya, Sabeq Fahmi berhasil memaksimalkan umpan silang Samsul dan bersarang di gawang Persibangga sehingga mengubah skor menjadi 2-1 bagi Persibangga.

Menjelang akhir laga, Persibangga sebenarnya mendapat peluang menambah skor, namun tendangan penati yang dilakukan Gunaryo terlalu tinggi sehingga gagal bersarang di gawang Timnas U-19.

Hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan berbunyi, kedudukan tetap 1-2 untuk Persibangga Purbalingga.